Powered by Blogger.
RSS

Cinta Kami


“Duhai Tuhan pemberi kebahagian, peliharalah kebahagian kami di dunia dan akhirat. Berilah kami kebahagian yang haq, hingga negeri akhir..amin”

Tak cukup kata-kata kami untuk banyak-banyak selalu bersyukur pada Mu, sangat banyak sekali nikmat Mu yang tercurah pada kami. Semoga senantiasa engkau jaga iman di dada kami. Bahwa kami sangat mencintai Mu dengan sepenuh hati kami.



“8 Januari 2016 & 8 Januari 2017 (1st tahun cinta kami bersatu), semoga berkah dan bertambah keberkahannya selamanya..amin..”



Yaa Allah, rekatkanlah kami, perbaikilah hubungan kami, tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya dan jauhkanlah kami dari segala kemungkaran yang nampak maupun tersembunyi. Berkahilah kami dalam pendengaran, pengelihatan, hati, pasangan hidup dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Taubat dan Maha Penyayang. Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas segala nikmat-Mu, memuji nikmat-Mu dan menerima nikmat-Mu, maka sempurnakanlah nikmat-Mu atas kami. Dan semoga keselamatan tercurahkan kepada nabi kami Muhamad dan atas keluarganya dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam“.

 

Yaa Allah yaa Tuhan ku, berilah kepada aku  ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada ku dan kepada kedua orang tuaku. Sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri“.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berkah dan Bertambah Keberkahan



"Ini (Al-Quran) adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran.” (QS. Shaad: 29). 


"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96).

Subhanalloh, kuncinya jelas sekali, beriman dan bertaqwa.Benar..beriman dan bertaqwa maka akan dilimpahkan berkah, dan tak tanggung-tanggung, berkah yang Alloh tawarkan untuk keberkahan dari langit dan bumi. Bumi yang luas ini tentu belum pernah kita jelajahi semuanya, berapa luasnya yang daratan, belum luasnya lautan, ditambah langit, subhanalloh, tak hentinya-hentinya bibir ini bertasbih, badan ini terpekur menunduk akan kelemahan diri.

Untuk beriman dan bertaqwa butuh proses yang namanya istiqomah,seperti berjalan diatas duri tentu hati-hati (red: wara’). Tak ingin kita, kaki ini luka ataupun tergores sedikitpun, begitu juga, iman di dada tak mau kita gadaikan dengan hal yang tak bermanfaat.

Ketika syukur ada dalam dada kita, maka senantiasa iman akan kembali menganalisa bahwa semua nikmat dan kesyukuran akan senantiasa membuat kita bertambah taqwa dan yakin pada Zat yang senantiasa mengatur segala kejadian yang ada di Alam yang seluas langit dan bumi ini. Ketika itulah berkah akan terus ada dan berlimpah, mudah sepertinya, namun lagi-lagi butuh proses dalam menjalaninya. Apapun itu, aktifitas ibadah rutin, dzikir yang terlantun, doa-doa, kegiatan sosial kemasyarakatan, bekerja, belajar, berkeluarga, berkomunikasi dengan suami atau isteri, berorganisasi, mendidik ank-anak…yah..semuanya adalah keimanan, semuanya adalah taqwa, jika kita yakinkan semuanya hanya karena Alloh. Insyaallah berkah dan akan bertambah keberkahan, pastinya berlapis-lapis keberkahan.

Semua kebaikan dan keberkahan datangnya dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26).


Seperti roti lapis yang banyak selai, tentu akan semakin nikmat ketika setiap gigitan yang legit kita rasakan..mmm..menggiurkan memang, jika semuanya kita nikmati, kita syukuri, kita yakinkan disetiap prosesnya ada ikut serta Alloh disana, kembali..inyaallah banyak keberkahan disana..

Selanjutnya keberkahan yang kita minta adalah berkumpul  dengan orang-orang beriman dan bertaqwa di istana di sorganya Alloh SWT, seperti banyak harapan dari orang beriman sebelumnya, kutipan: perkatakan seorang suami kepada isterinya, Hasan Al Banna, Ya Ummu Wafa, Istana kita menanti di sorga.(Ada Cinta di Rumah Hasan Al Banna). Subhanallah, ada sorga yang menanti, sehingga mari bersemangatlah, bersemangat menjemput takdir terbaik kita di dunia dan akhirat, berharap berkah dan bertambah keberhakan, Insyaallah.

Payakumbuh, “dari kami yang senantiasa belajar dan terus belajar meraih berkah dan keberlimpahan berkah” 

sumber gambar: http://www.embunhati.com/lebih-baik-minta-umur-yang-berkah/
http://bahasa.aquila-style.com/ramadhan-2013/semoga-diri-kita-menjadi-berkah-istimewa-bagi-sesama/35855/


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahagia itu bernama keluarga

Keluarga adalah awal dari sebuah peradapan, yang akan mengantarkan kita menjadi seorang yang beriman, bersyukur dan bertambah kesyukuran sekaligus yang mengajarkan kita kesabaran dan kesholehan.

Keluarga akan mengantarkan kita dalam fase pembelajaran yang subhanalloh, semakin digali semakin diselami akan tambah terasa nikmatnya. Benar sudah dalam agama kita, bahwa menikah adalah menggenapkan separoh agama kita. Tak henti lidah ini bersyukur, bahwa dalam keluarga melahirkan banyak perubahan, kita mau pilih yang mana? kesholehan atau malah sebaliknya?nauzubillahiminzalik..

Keluarga, delapan kata yang melahirkan cinta, melambung tinggi, dan berulang-ulang, terbukti sudah bahwa menikah itu berkah yang menyenangkan dan menentramkan, sekalipun dengan orang yang baru kita kenal setelah akad nikah, subhanalloh..menikah merubah hidup mu..kebaikan atau kekufuran?pastinya kebaikan akan mendatangkan kebaikan, sehingga menikahlah, senantiasa banyak kebaikan yang akan muncul insyaallah..

Pertemuan ini menjadi suatu yang berarti jika kita maknai hanya karena Alloh, syair-syair cinta akan lahir karena kita meyakini bahwa suami adalah imam yang akan mengantarkan kita ke SyorgaNya..insyaallah..

Pembinaan keluarga dimulai dari tujuan pernikahan, yaitu ketenangan dan kebahagiaan. “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan  sayang (rahmah). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berfikir.” (QS Ar Rum: 30: 21)

Keluarga itu awal mula kita membangun kebaikan, sehingga kebaikan terbesar adalah menjadikan Alloh yang nomor satu, sehingga akan tercipta sakinah mawaddah dan rahmah..insyaallah.
Rasul SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan, dirimu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, dan keluargamu memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan. Maka tunaikanlah hak-hak masing-masing dari semua itu.” (HR. Bukhari).

Keluarga menjadikan tempat bagi kita untuk saling mengingatkan, qonaah, kesyukuran, menguatkan dalam keimanan, dan senantisa kita berbuat berlomba dalam kebaiakan, dengan terus berharap dan khusyuk berdoa:

 "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan 74) 

gambar: http://abiummi.com/meraih-keluarga-sakinah-mawaddah-warahmah/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS